Titi tersebut, kata Sembiring dipergunakan oleh masyarakat untuk melintas membawa hasil pertanian dan perkebunannya.
“Sekitar 500 hektare luas perkebunan seluruh masyarakat disana. Melintas menggunakan titi gantung itu. Saat ini sangat kesulitan karena kondisinya, belum lagi jika musim hujan, semakin memperparah kondisi jalannya,” ungkapnya.
Menanggapi itu, Plt Bupati Langkat mengucapkan terimakasih. Ia pun menyarankan agar rumah itu diganti namanya dengan rumah keluh kesah warga.
Ia mengaku ingin mendengarkan keluh kesah warganya yang langsung disampaikan, terlebih pada janji politiknya yang belum terpenuhi.
“Saya ingin mendengarkan aspirasi dan keluh kesah warga. Saya capek-capek datang dari Medan bukan ingin mendapat pujian, tapi saya ingin menjemput janji-janji yang dulu pernah saya janjikan, sebelum saya menjabat,” tandasnya.
“Pemimpin tidak perlu pandai bercakap tetapi harus pandai bekerja, luruskan niat kemenangan sudah di tuliskan Allah,” tambahnya.
Sementara soal usulan perbaikan jembatan gantung, Ondim langsung berikan tanggapan.
Ia memerintahkan Camat Batang Serangan Arie Ramadhany segera menyiapkan usulan perbaikan jembatan. Serta membuat usulan pembangunan lainnya berdasarkan sekala prioritas guna kemajuan Desa ini.












