Oleh karenanya, kata Aulia Rachman, hal ini menjadi pembelajaran penting bagi Pemko Medan bagaimana melakukan langkah-langkah strategis agar tidak terjadi perpecahan antara suku dan etnis yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.
Selain itu, bilang Aulia, peran penting dari para tokoh masyarakat, alim ulama dan unsur Forkopimda juga sangat mendukung sehingga seluruh warga hidup dengan tenang, damai dan saling bergandengan tangan dengan satu tujuan yakni mewujudkan Medan yang lebih baik lagi dan beridentitas.
“Terima kasih kepada seluruh peserta dalam acara ini. Saya juga minta kepada seluruh OPD agar menyambangi stand-stand kuliner yang ada disini. Minimal kita berkontribusi kepada mereka. Ini pesan Pak Wali agar ada rasa kebanggan dari pelaku UMKM yang membuka stand disini dan dihadiri pemerintah. Dengan demikian pelaku UMKM merasa dilindungi dan diayomi oleh pemerintah,” jelasnya.
Selain delegasi empat negara yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan Thailand, acara penutupan Games 2022 juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan, para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, peserta gelar melayu serumpun, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta Camat, Lurah dan kepling.












