Edy juga mempertanyakan pudarnya kegiatan pramuka yang dahulu menjadi program dan kurikulum pendidikan. Menurutnya pramuka adalah garis terdepan setelah TNI dalam bela negara, bilamana kekacauan/peperangan terjadi di negeri ini. “Jadi ini harus kita kembalikan lagi kegiatan pramuka ini. Saya tidak mengerti kenapa kegiatan pramuka ini dikempesi dan tidak aktif lagi,” katanya.
Lain pihak, Kepala Pusdiklatnas Gerakan Pramuka Joko Mursito menyambut gembira dengan kegiatan rakerda ini. Hal ini membuktikan Kwarda Sumut tetap eksis menjalankan program di tengah pandemi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. “Saya berharap dengan rakerda ini dapat dibahas terkait pengendalian operasional kegiatan. Karena akan ada kegiatan pramuka Nasional yang akan dilaksanakan dibeberapa daerah di Indonesia,” katanya.
Joko berharap Kwarda Sumut aktif dalam mengikuti kegiatan ini nantinya, dengan menyiapkan kader pramuka dengan meningkatkan kualitas para kader pada kegiatan itu nantinya.
Sementara Nurdin Lubis mengatakan bahwa rakerda ini dilaksanakan selama tiga hari yang akan membahas, mengevaluasi dan merumuskan program kerja yang realistis dan fleksibel. Pengurus yang hadir diwajibkan mematuhi prokes dan dilakukan pembatasan pada peserta yang hadir.












