Edwin Soroti Pemanfaatan Anggaran Bencana
Edwin mengatakan Pemko Medan memiliki mekanisme penanganan bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan.
Karena itu, ia meminta proses pendataan dilakukan secara menyeluruh sehingga penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Pemko Medan memiliki anggaran penanganan bencana melalui BPBD Kota Medan. Karena itu, masyarakat yang terdampak harus didata agar bantuan dan penanganannya dapat dilakukan secara tepat,” katanya.
Dampak cuaca ekstrem tersebut juga dilaporkan mengenai lingkungan sekitar kantor Kecamatan Medan Barat. Kendaraan dinas milik Ketua DPRD Kota Medan serta sejumlah pegawai kecamatan turut terdampak setelah tertimpa pohon tumbang.
Pemeliharaan Pohon Tua Diminta Diperkuat
Selain persoalan pendataan korban, Edwin turut meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan memperkuat pemeliharaan dan pengawasan terhadap pepohonan tua serta pohon berukuran besar yang berada di sejumlah ruas jalan.
Menurutnya, langkah antisipasi diperlukan terhadap pohon yang secara kondisi memang memiliki potensi tumbang, terutama ketika terjadi hujan deras dan angin kencang.
“Kita sangat menyayangkan jika kondisi pepohonan kurang mendapat perhatian. Perawatan, termasuk pemangkasan pohon yang sudah tua dan rawan tumbang, harus dilakukan secara rutin,” tegasnya.
Edwin juga meminta perhatian terhadap pemeliharaan pohon tidak hanya diarahkan pada kawasan yang berkaitan dengan proyek pembangunan tertentu, tetapi mencakup seluruh wilayah Kota Medan.
“Jangan hanya ngebut menebang pohon untuk proyek BRT, sementara pohon-pohon di wilayah Kota Medan lainnya terabaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” pungkas Edwin yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Medan.












