“Dalam sejarah Parpol Di Indonesia sering terjadi konflik dan perpecahan Parpol, khususnya pasca reformasi. Misalnya konflik Partai Golkar melahirkan 4 partai yaitu PKPI pimpinan Edi Sudrajat, Hanura pimpinan Wiranto, Nasdem pimpinan Surya Paloh, Dan Gerindra pimpinan Prabowo dan juga Partai Berkarya pimpinan Tomi Soehartò”, katanya.
Ikhyar melanjutkan bahwa munculnya beberapa Partai dalam satu konflik adalah hal biasa tetapi silaturahmi tetap terjaga.
“Selain Golkar ada juga konflik PAN yang melahirkan Partai Umatnya Amin Rais, begitu juga konflik di tubuh PKS memunculkan partai Gelora di bawah kepemimpinan Anis Matta, Tetapi tidak ada satupun Pimpinan PĂ rtai tersebut yang bicara jelek apalagi mènyerang partai yang sudah ditinggalkan. Silaturahmi tetap terjaga bahkan dalam momentum politik tertentu tidak jarang mereka justru saling bekerjasama atau membangun koalisi”, jelasnya.
Ikhyar berharap sikap kenegarawanan elit parpol tersebut seharusnya menjadi inspirasi dan contoh bagi Yenny Wahid elit Parpol PKBIB bagaimana bersikap dalam dunia politik” tegas Ikhyar yang akrab disapa Bung Kesper.












