Selain itu, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi kemungkinan meningkatnya konsumsi energi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan cadangan stok serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi agar penyaluran energi tetap berjalan lancar.
Pihak Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena pasokan yang tersedia masih mencukupi.
βTidak perlu panik. Stok energi kami pastikan tersedia dan terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,β ujarnya dalam keterangan resmi.
Kepanikan warga diduga dipicu oleh pesan berantai yang beredar di media sosial. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa stok BBM akan mengalami kelangkaan akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat dan sekutunya.
Pertamina menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Penyaluran BBM di wilayah Aceh, Sumatera Utara hingga kawasan Sibolga dan sekitarnya disebut masih berjalan normal tanpa kendala.
Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya.












