“Terus lakukan mapping potensi konflik sosial secara detail di wilayahnya masing-masing dan selesaikan Potensi Konflik tersebut hingga ke akar masalah, apabila terdapat konflik yang sudah mengganggu stabilitas Kamtibmas, maka pastikan penggunaan kekuatan dilakukan secara tepat sesuai SOP dengan memegang teguh asas Proporsionalitas, legalitas serta nesesitas,” katanya.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, gelar pasukan merupakan tahapan akhir dari kesiapan pengamanan, setelah sebelumnya melaksanakan latihan pra operasi Mantap Brata 2024 dan simulasi pengamanan (Sispam) kota.
Dijelaskannya, pengamanan pemilu 2024 itu melibatkan Personil Polri 12.877 personel, TNI 4.891 personel, dan Linmas 101.540 personel.
Keseluruhan personel itu akan mengamankan 45.875 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan didatangi 10.853.940 pemilih.
Polda sumut membagi Pengawasan kedalam 7 zona Rayonisasi yabg terdiri dari
Rayon I, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan, Polres Langkat, Polres Binjai dan Polresta Deliserdang.
Rayon II, Polres Tanah Karo, Polres Pakpak Barat, Polres Sergai, Polres Pematang Siantar, Polres Simalungun dan Polres Tebingtinggi.












