BPBD Aceh Barat mengakui proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, kondisi angin yang cukup kencang turut menyulitkan upaya pengendalian api.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana, di antaranya dua unit drone pemantau, dua unit mobil pikap, satu unit armada pemadam kebakaran Pos Meureubo, satu unit mesin pompa portable Pos Woyla, lima unit mesin air lengkap dengan selang, serta satu unit kendaraan ATV.
Dalam operasi penanganan karhutla ini, BPBD Aceh Barat melibatkan personel pemadam kebakaran Mako BPBD, damkar Kecamatan Woyla dan Meureubo, Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit, unsur TNI-Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh, serta masyarakat setempat.
Teuku Ronald menegaskan, upaya pemadaman akan terus dilakukan secara maksimal agar api dapat segera dipadamkan sepenuhnya dan tidak menjalar ke area pemukiman warga.












