“Pengalaman kami bertambah melalui berkunjung ke Desa Bangun ini. Perbedaan kopi di sini dengan yang ada di daerah kami sangat jauh, di sini kopi itu sudah dipangkas, sudah memiliki pohon pelindung, dan sudah memakai weedmat,” ujar Dairiyanto.
Lebih lanjut, Dairiyanto menyampaikan harapannya agar penyuluh pertanian dan HRNS tetap melakukan pendampingan sehingga kopi yang mereka miliki dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas yang sama dengan kopi yang ada di demplot.
Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Pertanian Lapangan Elfrida Sigiro menyampaikan kegiatan ini tidak terlepas dari adanya peran Pemerintah Kabupaten Dairi yang telah menjalin kerja sama dengan HRNS.
Kerja sama ini, kata Elfrida, juga merupakan upaya Bupati Dairi Eddy Berutu untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi seluruh peserta yang mengikutinya, khususnya petani di Sidiangkat. Terlebih pada pertemuan ketiga ini, anggota kelompok Dalan Mende berinisiatif melakukan studi banding ke Desa Bangun, yang dimana biaya transport ke sini ditanggung oleh masing-masing petani,” ujar Elfrida.












