Jika KCW berjalan dengan baik, jelas Wahyu, tentunya akan menjadi ekosistem ekonomi baru. Banyak usaha lain selain kuliner bisa tumbuh di sana, misalnya usaha cinderamata, fashion, fotografi, ajang kreativitas musik, tari dan lain-lain. Oleh karenanya Wahyu berharap agar kawasan tersebut harus dikelola dengan baik serta diikuti dengan promotion dan price.
βPromosi melalui media sosial akan memberikan sebaran informasi efektif. Lokasi yang instagramable tentunya saat ini digemari oleh millenial sehingga memberikan daya tarik mereka untuk datang. Price atau harga produk yang diperjualbelikan terjangkau atau wajar. Jangan sampai masyarakat merasa tidak puas karena ada harga makanan yang mahal. Kasus lesehan yang mahal di Yogyakarta sempat viral dan memberikan dampak negatif bagi wisatawan untuk mau datang lagi ke kawasan tersebut,β jelasnya.
Kemudian Wahyu juga mengungkapkan, membangkitkan UMKM Kota Medan telah tertera dalam visi dan misi Wali Kota, diantaranya program yang dapat membangkitkan UMKM Kota Medan adalah Sakasanwira (Satu Kelurahan Satu Kewirausahaan) merupakan program sangat bagus untuk membangun klaster UMKM berdasarkan keunggulan daerah masing-masing. Dikatakannya, kewirausahaan tidak hanya menyangkut produksi saja, tetapi juga meliputi seluruh proses mulai dari bahan baku, produksi, pengemasan, keamanan produk dan pemasaran.












