Misalnya, elektabilitas Erick Thohir berada di angka 1,3 persen dari simulasi 19 nama. Angkanya semakin meningkat menjadi 2,4 persen ketika simulasi mengerucut hanya tujuh nama.
Burhanuddin menilai ada peningkatan elektabilitas terhadap Erick Thohir jika dibandingkan Desember 2021.
“Pada Desember 2021 dari hasil survei kami, elektabilitas Erick Thohir berada di angka 1,8 persen. Pada Februari 2022, angkanya naik menjadi 2,4 persen,” tuturnya.
Selain itu, nama Erick Thohir juga mampu mendongkrak elektabilitas pasangannya ketika ditempatkan sebagai cawapres. Dari simulasi tiga pasangan, ketika Erick Thohir dipasangkan dengan Ganjar Pranowo berhasil mendapatkan elektabilitas 32,2 persen.
Dalam temuan survei itu, Erick Thohir juga mampu mengungguli pasangan lainnya ketika dipasangkan dengan Prabowo Subianto. Dalam simulasi, elektabilitas pasangan Prabowo-Erick mencapai 31 persen.
Dia mengatakan bahwa dalam simulasi dua pasangan calon, Erick Thohir juga mampu mendongkrak elektabilitas setiap pasangannya, seperti ketika disandingkan dengan Anies Baswedan. Elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Erick Thohir mencapai 41,1 persen, mengungguli Prabowo-Puan Maharani dengan 38,9 persen.
Penulis: Aris H
Editor: Mery Ismail, S.Sos












