Ironisnya, sebelumnya Ketua Umum JMSI Pusat, telah mengarahkan Aulia Andri sebagai Ketua Pengcab JMSI Sumut dan Chairum Lubis, SH sebagai Sekretaris. Namun Aulia Andri menolak Chairum Lubis sebagai Sekretaris. Dan ini, sebenarnya Aulia Andri telah menentang arahan Ketua Umum JMSI Pusat.
Dikatakan Lilik, seharusnya, Ketum JMSI Pusat mengakomodir hasil Musda tersebut agar mengukuhkan kepengurusan Pengda JMSI Sumut dan bukan sebaliknya bertindak tidak propesional dengan memperpanjang jabatan Plt JMSI Sumut kepada Aulia Andri selama 6 (enam) bulan.
Bahkan jabatan Plt Aulia Andri diperpanjang dan memperluas kewenagan dengan menggonta ganti Pengda JMSI Sumut dimana, salah satu persyaratan sesuai AD/ART menjadi ketua Pengda JMSI Sumut adalah, pemilik media juga pengurus Pengda JMSI Sumut.
“Tentunya, tindakan Ketum JMSI Pusat, Teguh Santosa telah mencoreng citra organisasi JMSI. ” ujar Lilik.
Lilik menilai , organisas JMSI i ini abal-abal dan tidak kompeten. “Kita akan sampaikan kepada Dewan Pers agar mencabut keanggota JMSI sebagai konstituen.
Perlu diketahui, pelaksanaan Musda yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2023 lalu berjalan lancar dan kondusif. Serta semua tatib telah disetujuhi oleh peserta rapat.






