Dari sejumlah sumber informasi yang dapat dipercaya menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh pemberitaan yang dilakukan Sofian hingga berujung pembakaran rumah orang tuanya.
“Saya berkeyakinan pembakar rumah saya adalah orang orang suruhan dari preman yang diberitakan oleh anak saya,” ujar Sabarsyah (65), orangtua Sofian kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut.
Menyikapi dua rentetan peristiwa yang dialami wartawan tersebut, SPRI Sumut meminta Kapolda Sumut Irjen Panca Simanjuntak untuk segera mengungkap dan menangkap otak dibalik peristiwa pembakaran mobil milik Kontributor Metro TV di Sergai dan rumah orangtua wartawan Metro 24 di Binjai.
Peristiwa yang terus berulang terjadi dan turut meresahkan warga ini, mendorong SPRI Sumut untuk melayangkan surat kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk menjadi atensi khusus.
“Karena peristiwa ini selalu berulang dan ancaman utamanya ada pada wartawan, maka kami segera mengumpulkan bukti-bukti otentik lalu bersurat kepada Kapolri dan Panglima TNI agar memberikan perhatian penuh, terutama mendorong jajarannya agar menertibkan penyakit sosial yang terus terjadi di tengah-tengah masyarakat Sumut,” ungkap Devis Karmoy yang juga Kordinator Serikat Pers Republik Indonesia Wilayah Barat itu.












