Selanjutnya, tim kedua bertugas memberikan sosialisasi kepada anak jalanan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta gelandang dan pengemis (gepeng). Sedangkan tim ketiga, bertugas menertibkan papan reklame, spanduk, umbul-umbul dan bangunan liar. Lalu, tim keempat bertugas memberikan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi pedulilindungi di tempat keramaian.
Sementara itu, tim kelima bertugas melakukan patroli ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum). Disamping itu, tim juga melakukan razia anak sekolah yang berada di warung internet (warnet). Dari razia yang dilakukan, 47 anak sekolah terjaring di sejumlah tempat. Di Ambai Corner Jalan Tempuling terdapat 2 siswa, Pos Ambai Corner Jalan Tempuling (43 siswa) dan Fiss Nusa Nett Jalan Perjuangan (2 siswa).
Sebagai hukumannya, Kasatpol PP mengapelkan seluruh siswa, usai diberi nasihat lalu dipulangkan ke rumah masing-masing.
“Bulan Bakti Praja Wibawa kita gelar dalam rangka menyambut HUT Satpol PP awal bulan depan. Kegiatan kita lakukan di 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Melalui kegiatan ini, kita harapkan dapat untuk meningkatkan edukasi, sosialisasi, pencegahan dan pengawasan terhadap penegakan peraturan daerah (Perda),” kata Kasatpol PP Rakhmat Harahap.












