Prof Ridha mengatakan kalau dirinya akan maju mencalonkan diri menjadi Walikota Medan adalah tidak tepat. Sesungguhnya kata dia, kondisinya saat ini lagi di puncak karir. Ia akan pensiun sekira 20 hingga 30 tahun lagi dan masa itu masih panjang.
“Hitung-hitung hasil Walikota tidak lebih tinggi dari penghasilan saya hari ini. Yang buat saya untuk mau jadi Walikota adalah ada satu kenyataan sekarang ini kalau dibiarkan kita tak punya apa-apa lagi,”ujarnya.
Oleh karena itu maunya dia maju ikut Pilkada Kota Medan adalah bukan untuk pribadinya. Tapi untuk anak cucu kita. Di masa depan, berhasil pun dia, pintar pun dia, berkompeten pun anak cucu kita, pasti dia tak bisa dapat apa-apa. Sebab saat ini hampir semua sektor dimonopoli dan dikuasai oleh kelompok tertentu.
“Mengimbangi kondisi ini kita harus angkat budaya Melayu. Dan sebelumnya pun saya sudah mendorong anak Melayu untuk maju Pilkada Walikota Medan,” kata Ridha.
Artinya kata Ridha soal Pilkada Kota Medan ini bukan karena mau tidak mau. Tapi kita harus mau untuk maju. Soal partai tidak tertutup dari partai manapun. Alternatif lain adalah dukungan untuk independen dari berbagai organisasi.












