Ia menambahkan, perayaan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual dan solidaritas antarumat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pengurus kelenteng dan masyarakat sekitar.
Sekretaris Yayasan Damai Sejahtera Sentosa, Karim, juga menegaskan bahwa makna utama acara ini bukan sekadar ritual, melainkan juga menanamkan nilai moral dan kebersamaan.
“Kebersamaan umat malam ini adalah wujud nyata ajaran Dewa Thai Seng Hut Co tentang kebijaksanaan dan keberanian. Melalui doa dan makan bersama, kita diajarkan untuk hidup rukun, saling menghargai, dan berbagi kasih,” ujarnya penuh makna.
Ketua Relawan Kesehatan Pasti Bobby Sumatera Utara, Ridwan, yang turut hadir bersama sekretaris dan jajaran relawan, juga menyampaikan apresiasi terhadap kelenteng dan panitia acara.
“Kami bangga melihat bagaimana umat Tionghoa di sini menjaga nilai spiritual dan sosial dengan sangat baik. Acara malam ini begitu hangat, penuh kekeluargaan, dan menjadi teladan bagaimana umat saling menghormati dalam keberagaman,” tutur Ridwan.
Ridwan menambahkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan panitia dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam memperkuat harmoni antarumat beragama di Kota Medan.












