“Saya tertarik mengunjungi Medan karena kota ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang internasional dan akses menuju berbagai wilayah di Sumatra,” ungkapnya.
Jordens juga menyampaikan rencana mengaktifkan kembali Konsul Kehormatan Belgia di Medan. Posisi tersebut sebelumnya telah ada, namun tidak aktif.
Menurut Jordens, keberadaan Konsul Kehormatan dapat memperpendek jalur hubungan diplomasi sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor bisnis dan hubungan masyarakat kedua negara.
“Konsul Kehormatan di Medan untuk mempermudah jalur diplomasi, bisnis, dan hubungan antarwarga,” tambahnya.
Pembicaraan kemudian mengarah pada potensi komoditas kakao Sumatera Utara. Belgia yang memiliki pengalaman dalam industri cokelat dinilai memiliki peluang untuk berkolaborasi dalam pengembangan komoditas tersebut.
Pengembangan kakao menjadi salah satu bagian dari pembahasan hilirisasi komoditas unggulan Sumatera Utara, sehingga peluang kerja sama tidak berhenti pada perdagangan bahan baku, tetapi dapat diarahkan pada pengembangan nilai tambah produk.
Pertemuan tersebut menjadi penjajakan awal bagi Medan dan Belgia untuk melihat sektor-sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama pada tahap berikutnya.












