Anggaran Pendidikan Menyasar Sekolah Terdampak
Pada sektor pendidikan, tambahan anggaran diarahkan antara lain untuk kebutuhan sekolah yang terdampak bencana banjir.
Kebutuhan tersebut meliputi pakaian seragam dan perlengkapan sekolah, perbaikan ruang kelas, pengadaan mebel, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik serta pemeliharaan bangunan cagar budaya.
Untuk rencana bantuan tebus ijazah bagi siswa SMA, Pemko Medan masih melakukan kajian terhadap Peraturan Wali Kota agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara untuk sekitar 500 siswa putus sekolah, Dinas Pendidikan telah mengalokasikan penanganan melalui jalur pendidikan nonformal, yakni program Setara Paket A, Paket B dan Paket C.
Rico juga menyampaikan bahwa regrouping sekolah telah berjalan. Sebanyak 86 sekolah dasar telah diregrouping sehingga jumlah SD Negeri di Kota Medan menjadi 295 sekolah, dari sebelumnya 381 sekolah.
Selain pendidikan, Pemko Medan juga tengah menjalankan rehabilitasi Puskesmas dan Pustu serta memperbaiki 35 sekolah SD dan SMP Negeri.
Medan Utara Masuk Arah Pembangunan
Perhatian lain datang dari Fraksi PKS mengenai komitmen alokasi belanja pembangunan sebesar 35 persen untuk Medan Bagian Utara.
Rico menjelaskan, sejumlah program telah diarahkan untuk kawasan tersebut. Melalui Dinas SDABMBK, pembangunan mencakup pengelolaan dan pengembangan sistem drainase serta penyelenggaraan jalan.
Sementara dari sektor perumahan dan permukiman, program yang disiapkan mencakup pengembangan sistem air minum, sistem air limbah, penataan kawasan permukiman dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada sisi infrastruktur secara umum, tambahan anggaran Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang diarahkan untuk program prioritas. Sedangkan Dinas SDABMBK akan mengoptimalkan penanganan jalan, drainase, jembatan dan kebutuhan infrastruktur lainnya.












