“Tadi Bapak Presiden menyampaikan walaupun Pancasila sudah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Presiden mengingatkan, yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetensi, termasuk di antaranya rivalitas antar pandangan, nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi. Ideologi transnasional cenderung meningkat, memasuki lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara,” kata Bupati.
Darma Wijaya melanjutkan, dalam arahan Presiden, perkembangan teknologi utamanya mulai aktifnya teknologi 5G, juga punya peluang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk mengkontaminasi dengan lebih cepat dan dengan cakupan yang lebih luas.
“Untuk menghadapi semua ini, Presiden menyebut diperlukan cara-cara yang luar biasa dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tentunya diikuti dengan Pancasila sebagai pondasi,” ucap Darma Wijaya. [embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=UUkDG6fUBeHFdkPSVpiEgJqQ&layout=gallery[/embedyt]
Terakhir seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, Bupati berharap masyarakat Sergai dapat “membumikan” Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.












