“Tentunya itu sangat baik. Seperti yang kita ketahui, pengemudi angkot disinyalir mengonsumsi narkoba. Tentunya akan sangat riskan dan beresiko sekali jika didiamkan. Bahkan, cukup berbahaya karena ini menyangkut keselamatan banyak orang. Terlebih, angkot menjadi moda transportasi yang sampai saat ini masih banyak digunakan masyarakat. Jadi saya menilai positif sikap Pak Wali yang cepat bergerak untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali lewat razia,” ungkap Zikri saat dihubungi Rabu, (15/12).
Ke depannya, lanjut Zikri, Pemko Medan melalui OPD terkait diharapkan semakin gencar melakukan komunikasi dengan pihak terkait, terutama penyedia layanan angkutan umum di Kota Medan. Selain itu, membuat regulasi terhadap izin pengemudi. Artinya, tidak bisa hanya pengemudi memiliki SIM saja, tapi juga harus diikuti pengawasan ketat.
“Latar belakang pengemudi, fisik dan mental, semua harus diuji untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak. Kalau bisa, pemeriksaan dilakukan secara rutin, misalnya sebulan sekali. Bahkan, kalau bisa dilakukan ujian, sebagai bentuk antisipasi agar tidak lagi terjadi kecelakaan. Sebab, kejadian kemarin terbilang cukup parah dan mengenaskan. Jangan sampai ada kejadian serupa terjadi lagi,” harapnya.












