Sebab dari ajang Kejurda yang nantinya akan disingkronisasi dengan ajang terbuka yang diikuti ribuan orang, PASI Sumut bisa melihat sejauh mana anomi masyarakat khususnya para generasi muda untuk cabang atletik yang dapat direkrut untuk nantinya dijadikan atlet masa depan daerah ini.
“Namun sebelum dilaksanakan, terlebih dahulu kita melihat sejauh mana kondisi keuangan serta sponsor ship yang ingin membantu ataupun persiapan para pengkot dari kabupaten/kota dalam mempersiapkan para atletnya untuk mengikuti Kejurda. Sebab semuanya akan kita undang seperti, ajang open Jatim beberapa waktu lalu,” ucap Suharjo lagi.
Yang jelas dari setiap ajang yang bakal dibuat sesuai dengan kalender kerja, menurut Suharjo, pihaknys terlebih dahulu akan melihat situasi apakah sudah aman dsri ancaman Covid 19. Sebab tambah Harjo bisa saja ada orang yang tidak senang, lalu membuat kegaduhan dalam hal pemberitaan dan sebagainya. Artinya pihaknya harus lebih perduli terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kita tak tahu apa isi hati orang terhadap kita. Memang rambut sama hitam, tapi samponya beda-beda yakan,” tambahnya sambil tertawa.






