Menurut Ferri Ichsan, pelatihan manajemen strategi inovasi daerah berbasis sektor unggulan diharapkan memberikan penyegaran bagi kita untuk memanfaatkan dan menggali lebih dalam lagi potensi yang dimiliki kota Medan. “Melalui pertemuan ini diminta keseriusan dan kesungguhan kepada seluruh peserta selama mengikuti pelatihan ini agar kita dapat memajukan kota medan yang mandiri, sejahtera dan inovatif,” Ujar Ferri.
Dijelaskan Ferri sebagai upaya peningkatan pelayanan publik, pembaharuan yang saat ini kita lakukan dengan menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Seperti aplikasi Medan Smart City yang menjadi pusat informasi dan media untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan Layanan Sibisa yang mempermudah masyarakat mengurus administrasi kependudukan dan catatan sipil.
“Pemko Medan juga berinovasi dengan memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM mulai dari tahap modal awal hingga tahap pemasaran. Inovasi yang dilakukan yakni dengan membentuk e-katalog yang memudahkan dan memfasilitasi mereka untuk memasarkan produknya,” Ungkap Ferri.
Asmum menambahkan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM terus digalakkan sebab UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian untuk pemulihan ekonomi pasca Pandemi. Harapan pertumbuhan ekonomi kota Medan sebesar 4,71 persen pada tahun 2022 semakin kita tingkatkan lagi di tahun ini. Oleh sebab itu adanya pelatihan ini menjadi terbesar kita untuk mendukung pertumbuhan perekonomian kota Medan.












