“Sampai sekarang ini bisa dihitung berapa potensi UMKM kita yang bisa dilempar ke pasar lokal, nasional bahkan hingga luar negeri. Tapi, kalau memang Pemko Medan bisa memfasilitasi itu dengan memasukkannya ke dalam e-katalog makan minum di lingkungan Pemko Medan atau sebagai pasar mereka, cukup bagus sekali. Jadi bisa menaikkan kelas bagi para pelaku umkm, saya nilai sangat bagus sekali program yang dilakukan Pak Wali tersebut,” jelasnya.
Dengan dilakukannya penguatan pelatihan sekaligus pemasaran UMKM menggunakan sistem digitalisasi ini, ungkap Lagut, dapat meningkatkan roda perekonomian bagi para pelaku UMKM. Sebab, sistem digitalisasi mengurangi biaya untuk pemasaran. Apalagi memang sekarang porsi dari promosi iklan dari media digital jauh sekali menguasai sehingga orang-orang sudah beralih ke digital semua.
“Saya mendukung sekali langkah ya g dilakukan Pak Wali, cuma pelaku UMKM agak susah karena tingkat pemahamannya terbatas. Menyikapinya, Pemko Medan harus punya strategi. Yang pertama, pemilik UMKM boleh diberi pengetahuan dasar, tapi mereka harus didampingi oleh pendamping UMKM digital yang sangat ahli di bidang ini. Kalau bisa ada pendampingan UMKM di bidang keuangan, perbankan, pemasaran serta pendataan digital” harap Lagut.












