Selain itu di kesempatan ini, Wabup meminta agar sektor UMK rajin melakukan inovasi, utamanya dalam aspek pemasaran.
“Contohnya, buat kemasan yang menarik. Manfaatkan teknologi yang semakin berkembang,” saran Adlin.
Wabup menambahkan, pihaknya menargetkan tahun depan 80% belanja modal APBD akan menggunakan mekanisme non-tunai. Tak hanya itu, para pelaku UMK akan diarahkan untuk tergabung dalam sistem e-katalog. Untuk itu ia mendorong para pelaku UMK segera melakukan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga dapat tergabung dalam sistem yang sudah dibuat.
“Jika diperlukan, Disperindag dapat jemput bola langsung ke masyarakat untuk mengurus NIB-nya. Jadi mekanisme e-katalog dapat berjalan baik dan tahun depan transaksi dapat dilakukan non-tunai,” mintanya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Bupati kepada BI yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Sergai melalui Disperindagsar untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya digitalisasi ekonomi.
“Kami harap hal baik semacam ini bisa dilanjutkan dalam cakupan yang lebih luas lagi. Transaksi non-tunai atau cashless ini banyak manfaatnya. Mudah, cepat, dan tentu aman,” katanya.












