Dalam kepercayaan umat setempat, Dewa Thai Seng Hut Co dikenal sebagai Dewa Kera Sakti, simbol kebijaksanaan, keteguhan, dan perlindungan bagi umat manusia. Sementara Dewa O Bin Ciong Kun diyakini sebagai Dewa Rezeki, pembawa keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat yang berdoa di kelenteng tersebut.

Puncak acara berlangsung khidmat ketika Suhu Hendrik, atau yang akrab disapa Ajen, selaku pengelola Kelenteng O Bin Ciong Kun, mengalami kemasukan roh suci (medium spiritual) dalam prosesi sembahyang dan syukuran. Dalam suasana sakral itu, pertama kali yang “turun” adalah Dewa O Bin Ciong Kun, disusul Dewa Thai Seng Hut Co.
Momen tersebut disambut meriah dengan iringan musik Barongsai dan tabuhan tambur khas ritual Tionghoa, menciptakan suasana penuh semangat dan keagungan. Gerakan barongsai yang dinamis seolah menari mengikuti irama spiritual yang menyatu dengan suasana keagamaan, membuat seluruh umat dan tamu undangan terhanyut dalam kekhidmatan ritual tersebut.












