Hassanudin juga berkomunikasi dengan orang tua Sakira Nayla Lubis yang setia menunggu sang anak. Dipenuhi rasa haru, Pj Gubernur Sumut itu pun menanyakan ihwal kejadian mengapa sang anak bisa sakit hingga dirawat di rumah sakit di Medan.
Rupanya, Sakira Nayla Lubis (6) pada Kamis, sekitar pukul 22.00 WIB mendapat ejekan dari temannya. Sakira Nayla diejek ‘cengeng’ lantaran suka menangis. Tidak terima diejek, Sakira yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) itu mencoba melawan dengan menjambak rambut temannya yang lebih besar darinya.
Naasnya, belum sempat menjambak Sakira terpental hingga jatuh. Kepalanya terbentur sudut meja. Mulutnya mengeluarkan busa, matanya pun terpejam hingga tak sadarkan diri. Sakira Nayla pun dibawa ke rumah sakit terdekat, namun peralatan rumah sakit tidak mendukung.
Karena kondisi Sakira Nayla yang kritis dianjurkan segera dibawa ke rumah sakit di Medan. Namun sayang nya, Sakira Nayla Lubis tidak terdaftar di BPJS Kesehatan. Sehingga keluarga kesulitan dalam membiayai pengobatan Sakira Nayla yang harus segera dioperasi.
Setelah mendengar kisah itu, Pj Gubernur Hassanudin mengatakan karena Sakira Nayla berasal dari keluarga tidak mampu dan harus mendapat perhatian dari pemerintah, maka seluruh administrasi rumah sakit akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sumut.












