“Tujuan pemukulan Gordang Sambilan tadi adalah menunjukkan semangat untuk Indonesia, jadi KPK dari tahun 2004 -2023 sudah menangkap hampir 1700 orang dari menteri sampai bupati tapi yang ditangkap hanya 2-5% dari pelaku korupsi, hasilnya kami nilai penangkapan tidak menyelesaikan korupsi 100%, perlunya pendekatan untuk memberantas korupsi,” paparnya.
“Cara lain ataupun solusi lain dengan memperbaiki sistem agar sistemnya tidak bisa di korup melalui pengawasan anggran, sistem PBJ e-katalog dan lainnya agar dalam menjalankan pelayanan publik tidak ada korupsi,” sambungnya.
Akar masalah budaya korupsi karena cinta kepada harta, cinta pada kenikmatan sendiri, pada kemewahan sendiri. Kalau sudah pejabat seperti itu pasti perilakunya apapun dilakukan untuk dirinya sendiri.
“Pemberantasan ini butuh waktu yang lama, sehingga kita dapat memanen apa yang kita tanam hari ini biarlah kita menunggu 10 tahun lagi, tetapi ketika kita panen nanti akan menjadikan provinsi ini anti korupsi bersih dari korupsi. Ini lah tujuan Roadshow bus KPK 2023 hari ini,” ucap Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H.
Turut hadir Sekretaris daerah Kab.Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP, Inspektur Langkat Drs. Hermansyah, M.IP, Kepala BKD Eka Syahputra Depari, S.STP, MAP, Kepala BPKAD Drs. M. Iskandarsyah, Kepala Bapenda Dra. Muliani. S, Kepala BAPPEDA Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP, Kadis Kominfo H. Syahmadi, S.Sos, M.SP, Kadis PUPR Khairul Azmi, S.STP, Kadis Koperasi H.Syahrizal, S.Sos, M.Si, Kadis Perindag Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, Kasat Pol PP Dameka Putra Singarimbun S.STP.












