“Ketika saya tugas di Sumatera Barat, cuma berkisar 1400 km jalan provinsi, sementara Sumut dua kali lipat dari Sumbar. Meski demikian, saya keliling ke Sumut dan sedih saya, karena tidak terlalu sulit jumpa jalan yang rusak, jalan yang berlubang-lubang, bahu jalan dan rumput yang tidak terawat. Saya galau, akhirnya saya buka dokumen- dokumen, ternyata memang benar dana itu tidak ada. Kalaupun ada minim. Dengan 3000 km jalan tidak bisa membangun jalan dengan Rp300 milyar. Jikapun Rp400 milyar mesti masif, karena pemeliharaan rutinnya saja sudah berapa,”ungkapnya.
Menurutnya, hal itu menjadi catatan dan dilakukan diskusi dengan pimpinan, pihak terkait Bappeda, BPKAD, inspektorat, Sekda, Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai tim yang solid untuk membangun Sumut. Gubsu ingin memakmurkan rakyat, salah satunya dengan jalan provinsi yang bermartabat, karena sekarang ini belum bermartabat, sehingga dilakukan segala macam skema untuk membiayai pembangunan jalan bermartabat.
“Ternyata sebelum saya di sini (Dinas BMBK Sumut) sudah diupayakan Pak Edy. Bagaimana membuat komunikasi yang intens dengan pihak yang bisa membantu, seperti Bappenas, Kementerian PUPR dan lainnya dengan harapan bisa membantu pembiayaan. Ternyata berbuah hasil. Kemarin bulan September dan Oktober kalau tidak salah sudah final. Kita cukup memanfaatkan APBD tetapi dengan sistem multi year contrac (MYC),”katanya.












