Dua Lantai untuk Maksimalkan Lahan
Kepala Dinas Perkimcikataru Kota Medan Jhon Ester Lase menjelaskan, bangunan Puskesmas Medan Tuntungan dirancang dua lantai. Konsep tersebut dipilih karena keterbatasan lahan sekaligus untuk menambah kapasitas ruangan pelayanan.
“Rencana kita bangun dua lantai karena lahannya terbatas, jadi kita tingkatkan agar kapasitas ruangan bertambah. Kita targetkan minggu ketiga Desember sudah selesai. Bagaimanapun kondisinya, walau cuaca hujan nanti, kita tetap totalitas agar akhir tahun bisa kita selesaikan demi pelayanan masyarakat,” ujar Jhon Ester Lase saat meninjau progres pembangunan.
Jhon menyebut bangunan baru tersebut nantinya memiliki sekitar 30 ruangan multifungsi. Sejumlah fasilitas pelayanan yang disiapkan antara lain ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), poliklinik, laboratorium, dan ruang farmasi.
Menurut Jhon, proyek Puskesmas Tuntungan sempat menghadapi kendala teknis yang membuat progresnya tertinggal dibandingkan pembangunan Puskesmas Rengas Pulau dan Puskesmas Glugur Darat.
Salah satu kendala yang disebutnya berkaitan dengan proses tender ulang. Namun, ia memastikan pekerjaan saat ini terus dikebut agar target penyelesaian dapat dipenuhi.
“Puskesmas Tuntungan ini memang prosesnya agak lambat dibanding Rengas Pulau dan Glugur Darat karena kemarin sempat ada proses tender ulang. Namun saat ini pengerjaan terus dikejar. Kami optimis dan berkomitmen proyek ini wajib selesai tepat waktu di akhir tahun demi menjamin kenyamanan dan akses pelayanan kesehatan warga,” pungkasnya.
Dengan desain dua lantai dan penambahan sejumlah ruang pelayanan, pembangunan Puskesmas Tuntungan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan di kawasan tersebut. Pemko Medan juga menempatkan penyelesaian proyek tepat waktu sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat segera memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.












