Program Kerja Harus Dikawal
Wong mengingatkan, kesepakatan yang dihasilkan dalam Raker harus ditindaklanjuti melalui pengawalan yang konsisten. Menurutnya, keberhasilan program tidak semestinya hanya dilihat dari sisi administratif maupun besaran anggaran yang digunakan.
“Keberhasilan tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Medan,” tegasnya.
Ia juga meminta DPRD meningkatkan kecepatan dalam merespons aspirasi masyarakat. Persoalan infrastruktur dan pelayanan kesehatan menjadi bagian dari kebutuhan warga yang menurutnya harus mendapat perhatian melalui fungsi DPRD.
Selain menyerap aspirasi, Wong menekankan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah harus dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan tersebut mencakup pemantauan realisasi fisik dan keuangan mitra kerja guna memastikan transparansi serta akuntabilitas kepada publik.
“Mari kita buktikan kepada masyarakat Kota Medan bahwa transformasi DPRD benar-benar melahirkan kinerja yang nyata dan terukur,” ujarnya.
Perbedaan Pendapat Tetap dalam Semangat Kebersamaan
Di akhir sambutannya, Wong mengajak seluruh anggota DPRD kembali memperkuat kebersamaan setelah melewati berbagai pembahasan dalam Raker.
“Jika selama rapat terdapat perbedaan pandangan, mari kita lebur kembali dalam semangat persatuan demi kemajuan Kota Medan,” katanya.
Ia kemudian menutup sambutannya dengan pantun:
“Bunga mawar mekar di taman, dipetik indah si gadis jelita. Sudah Raker DPRD Kota Medan, mari kawal akselerasi pembangunan kota.”
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Medan, Erida Hutasoit, dalam laporannya menyampaikan bahwa Raker DPRD Kota Medan 2026 dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waras pada Minggu (2 Agustus 2026).
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, diskusi panel dan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Dalam Negeri, serta Kepolisian Republik Indonesia.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno yang membahas usulan program kerja alat kelengkapan DPRD, perumusan hasil pembahasan, hingga pembacaan hasil Raker.
Erida menjelaskan, hasil kesepakatan Rencana Kerja DPRD Kota Medan selanjutnya akan ditetapkan melalui rapat paripurna di Kota Medan. Hasil tersebut kemudian menjadi pedoman bagi Sekretariat DPRD dalam mendukung pelaksanaan program kerja yang transparan, partisipatif, efektif, efisien, dan akuntabel.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan Raker bersumber dari APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2026 melalui DPA Sekretariat DPRD Kota Medan.
“Atas nama Sekretariat DPRD Kota Medan, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan peran aktif seluruh anggota dewan sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan rapat kerja dan berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada kegiatan berikutnya,” tutup Erida.












