Semangat kontribusi santri terhadap kemajuan daerah juga tercermin dalam sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan kalangan pesantren.
Salah satu kebijakan tersebut adalah peningkatan kuota penerima insentif guru madrasah diniyah (Madin), dari sebelumnya 4.000 guru menjadi 6.600 guru. Program ini didukung anggaran total Rp1,7 miliar.
Selain menambah jumlah penerima, Pemkab Tulungagung juga mematangkan rencana kenaikan insentif guru Madin hingga dua kali lipat.
Dukungan terhadap pendidikan santri turut diwujudkan melalui program beasiswa santri benteng ulama. Pemkab Tulungagung berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperluas jangkauan program tersebut.
Perluasan beasiswa diarahkan agar lebih banyak santri memperoleh kesempatan, terutama mereka yang berprestasi maupun berasal dari keluarga kurang mampu.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tulungagung dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan santri. Semangat Hari Santri 2026 pun berpadu dengan filosofi Hari Jadi Tulungagung ke-821 tentang persatuan dan pengabdian untuk kemajuan daerah.






