Menurut dia, jika muncul kekhawatiran dari suporter bahwa agenda DPRD dapat mengganggu konsentrasi tim, persoalan internal PSMS sebaiknya tetap diselesaikan oleh pihak klub.
βDi DPRD banyak PR laporan aduan masyarakat yang antri untuk di selesaikan. Jadi saya rasa, tidak ada lah itu niatan atau alasan apa pun dari kami DPRD ini untuk mengganggung PSMS Medan,β tegasnya.
Ricky juga menyebut DPRD Sumut masih memiliki banyak aspirasi dan laporan masyarakat yang harus ditangani. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi lembaga legislatif tersebut untuk mencari persoalan lain dengan mengganggu aktivitas klub.
βKita tidak kekurangan pekerjaan lah mau ganggu-ganggu pihak lain. Jika bisa ya kita dukung, jika tidak bisa memberi dukungan, paling tidak ya tidak mengganggu. Simpel toh,β ujarnya.
Pernyataan Ricky tersebut sebelumnya diberitakan Sumut Pos pada Senin (5/10/2026) berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikannya terkait polemik pemanggilan PSMS oleh DPRD Sumut.
Surat DPRD Bahas Tiga Agenda
Sementara itu, surat yang beredar menyebut DPRD Sumut menjadwalkan pembahasan yang turut melibatkan PSMS Medan pada 6 Oktober 2026. Agenda tersebut muncul bersamaan dengan kembali mencuatnya persoalan mengenai kepemilikan dan pengelolaan klub.












