Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, serta para santri.
“Anak-anak pesantren harus menjadi contoh yang baik, mengamalkan Al-Qur’an dan hadis yang dipelajari di sini,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa para santri memiliki peluang yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang profesi dan kepemimpinan.
“Santri tidak hanya menjadi guru atau ustaz. Santri bisa menjadi pengusaha, anggota TNI, Polri, bahkan menjadi bupati atau sekda. Yang penting memiliki tekad, disiplin, dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi kepada para santri, Sekdakab juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan media sosial secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
“Gunakan media sosial secara positif. Sampaikan kebaikan dan ajak teman serta keluarga untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak,” pesannya.
Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai juga menyerahkan bingkisan kepada pesantren yang dikunjungi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah keagamaan, salat berjamaah, serta makan malam bersama antara jajaran pemerintah daerah, pengurus pesantren, dan para santri.












