“Niat Pak Bupati Sergai saya akui sudah baik. Karena itu akhirnya saya ambil keputusan untuk ikut mendukung kemajuan Sergai,” tegasnya.
Wanita yang dijuluki sebagai “Ratu Lelo” ini juga mengaku dirinya sebagai korban provokasi. Hal inilah yang membuatnya sempat tidak mampu melihat sisi positif kebijakan relokasi.
Karena itu dia mengajak pedagang yang masih bertahan dan tidak mau direlokasi agar segera mengubah pendirian dan mulai membuka diri menerima kebijakan positif yang ditawarkan Pemkab Sergai.
“Untuk teman-teman yang masih belum pindah, mari berpikir bijak. Tidak perlu mempersulit diri. Kita sama-sama dukung kebijakan pemerintah. Tidak ada pemerintah yang ingin rakyatnya menderita,” tutupnya.
Bukan cuma Nita, hari ini ruang kerja Bupati juga kedatangan tamu dari latar belakang yang sama. Adalah Muhammad Yunus, yang juga eks pedagang Lelo yang memutuskan untuk menerima kebijakan relokasi.
“Ini murni kesadaran pribadi. Tidak ada paksaan dari pihak manapun. Saya minta maaf kepada masyarakat dan Pemkab Sergai jika keputusan saya sebelumnya mungkin membuat kericuhan,” ucapnya.
Adapun alasan Muhammad Yunus untuk beralih mendukung kebijakan relokasi ialah bukti nyata yang ia lihat dari lokasi pasar relokasi yang menurutnya sudah tertata rapi.












