“Di negara-negara tersebut, budidaya tanaman rempah dikelola secara intensif, pengelolaan hasil dan diversifikasi telah dikembangkan dengan baik, sehingga produk yang diekspor bukan lagi produk primer, namun sudah berupa barang setengah jadi dan barang jadi yang memiliki brand tertentu,” katanya.
Khairul Mahalli juga berharap, dengan adanya DRI, dapat membangkitkan kajayaan Indonesia, menjadikan keunggulan rempah Indonesia sebagai terbaik di dunia, meningkatkan penggunaan rempah sebagai bahan baku untuk bumbu makanan dan minuman, kesehatan, kecantikan, pewarna dan pengawet dan spritual. **(H20/DISKOMINFO SUMUT)












