“Jadi standarnya bukan dari penghasilannya tapi bagaimana dia bisa menata hidup ini dengan benar bisa dimudahkan segala urusan, seperti urusan KTP segala macam dia merasa merdeka,” sebutnya.
“Jadi kita wujud kerjanya saja, saya bilang kita sepakat bikin acara ada UMKM ada pasar murah ada hiburan itu yang bisa secara spontan dirasakan masyarakat, nanti biar masyarakat yang menilai kira-kira tahun ini pantas enggak untuk kita pilih kembali menjadi pemimpin di Langkat,” ujarnya.
“Kalau masyarakat bisa merasakan manfaat seorang pemimpin maka insya Allah tanpa diminta dia akan menjadi pemimpin di periode yang berikutnya tapi kalau merasakan merasa setelah dia memimpin kita disulitkan apapun yang kita lakukan ini tidak akan membuahkan hasil apa-apa,” ujarnya lagi.
Jadi artinya, lanjut Afandin, ayo sekarang saatnya kita berbuat cerita pemimpin yang katakanlah beriman taqwa kepada Allah bukan ditandai karena rajin sholat. Perlu saya garis bawahi pemimpin yang beriman dan bertakwa bukan hanya karena dia mengerjakan sholat lima waktu, tapi pemimpin yang beriman dan bertakwa kepada Allah adalah yang pemimpin setiap saat sabar akan tanggung jawabnya terhadap orang yang dia pimpin, karena itu akan menjadi pertanggungjawaban dunia dan akhirat kepada Allah.












