Selain itu hadir juga Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan staf ahli Ir Suherman M.Si. “Peristiwa Brandan Bumi Hangus ini membuktikan bahwa Langkat menjadi salah satu tempat bersejarah bagi perjuangan mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” tuturnya.
“Semangat pantang menyerah dan kegigihan para pejuang di Bumi Langkat telah membuahkan hasil mengusir penjajah, dan sangat ini pula harus terus bergelora untuk masyarakakat Langkat,” ujarnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, rangakaian peringatan Brandan Bumi Hangus kali ini digelar tiga hari mulai 11 hingga 13 Agustus. Dibuka dengan pelaksanaan dzikir akbar di Masjid Bitrul Pertamina Brandan dan dilanjutkan pameran Expo UMKM, Ragam perlombaan bertema perjuangan dan menyambut kemerdekaan, napak tilas, malam keakraban, penghargaan untuk veteran, hingga drama kolosal kilas balik perjuangan Brandan Bumi Hangus.
Ketua panitia yang juga Sekdakab Langkat Amril menyebut acara yang rutin digelar tiap tahunnya ini untuk memperingati sejarah perjuangan masyarakat Langkat di masa penjajahan.
“Peringatan dan rangkaian kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial belaka, kita mengharapkan generasi muda Langkat menghargai perjuangan dan menumbuhkam rasa cinta semangat untuk melestarikan jejak peninggalan Brandan Bumi Hangus,” tuturnya.












