โTetap semangat dan yakin Allah akan mempermudah jalan kita, bila kita berikhtiar dan berdoa kepada-Nya. Apalagi kita bertujuan untuk membentuk anak-anak menjadi generasi Alquran,โ tambah Nawa.

Menurut keterangan Pendiri YPI Qowwiy Azizi Fatimah setelah menumpang selama satu tahun di SDN Desa Pantai Gemi mereka hanya memiliki dua ruang kelas. Dua ruang kelas dari rumah mereka yang dimodifikasi agar bisa menjadi sarana belajar siswa-siswanya.
โKita memutuskan membongkar kamar mamak dan kamar saya agar bisa menjadi tempat belajar anak-anak. Tetapi, dengan izin Allah dan dukungan pemerintah, alhamdullillah, perlahan kelas kita semakin banyak dan orang tua di sini juga semakin percaya kepada kita,โ kata Fatimah, yang ibunya juga seorang guru ngaji.
Khusus untuk tingkatan MTs, YPI Qowwiy Azizi memilih anak-anak yang nyaris putus sekolah karena keterbatasan orang tuanya. Hal ini juga dilakukan karena keterbatasan jumlah pengajar yang ada di Qowwiy Azizi.
โAda 75 anak dari kelas 7-9, alhamdulillah, ternyata prestasi mereka luar biasa, ada yang lomba pidato ke Jakarta, Banjarmasin, lomba Alquran. Ini sangat membuat kami bangga, tetapi saat ini khusus untuk Rumah Qurโan hanya ada 215, karena tenaga pendidik kita kurang dan untuk Tahfiz tentu perlu keahlian khusus terutama untuk yang balita atau SD,โ kata Fatimah.












