“Tantangan yang dihadapi semakin pelik karena tahun ini curah hujan sangat tinggi akibat cuaca ekstrim. Apalagi ditambah dengan naiknya air laut ke darat atau yang dikenal dengan istilah banjir rob. Akumulasi dari faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya banjir terparah di Sergai sejak 20 tahun belakangan ini,” ungkap Darma Wijaya.
Aspek ganti rugi lahan yang menjadi salah satu kendala proses normalisasi, sebut Bupati, akan pihaknya usahakan selesai dalam waktu dekat sehingga rencana memperlebar dan mempertinggi tanggul sungai dapat direalisasikan tahun depan.
“Masyarakat jelas sangat ingin banjir yang jadi permasalahan tahunan ini bisa total tuntas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat urusan ganti rugi lahan mampu kita tuntaskan,” tuturnya.
Sementara itu Gubsu Edy Rahmayadi sesuara dengan Bupati Sergai. Ia mengatakan, banjir jangan lagi jadi sekadar tontonan dan dianggap selesai hanya dengan memberikan bantuan pangan. Perlu solusi jelas agar banjir tidak melulu jadi permasalahan setiap musim hujan tiba.
“Pak Bupati tadi mengatakan siap menyelesaikan urusan ganti rugi dengan warga agar rencana normalisasi bisa segera dikerjakan. Saya harap seluruh pihak terkait bisa bekerja dan berkoordinasi secara solid. Secepatnya kita kerja,” kata Gubsu.












