Penulis: Putri Natallia Teno (Mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia)

Minuman berpemanis sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Konsumsi gula di Indonesia sudah termasuk dalam golongan tinggi yang tentunya mengkhawatirkan. Data dari United States Department of Agriculture (USDA), berdasarkan laporan penggunaan gula untuk penduduk Indonesia tahun 2018, asupan gula penduduk Indonesia sebanyak 11,47 kg per orang per tahun, atau 32 gram per orang per hari (Kumampung). Data dari PKMK UGM menunjukan bahwa Indonesia menempati posisi ketiga dalam konsumsi minuman berpemanis di Asia Tenggara, dengan jumlah konsumsi sebanyak 20,23 liter/orang/tahun (Evandio). Di Indonesia, minuman berpemanis dikonsumsi setidaknya seminggu sekali oleh 62% anak – anak, 72% remaja, dan 61% orang dewasa, dengan teh kemasan siap minum menjadi SSB yang paling sering dikonsumsi (Fanda). Apabila ditinjau dari sisi daya beli, masyarakat Indonesia membelanjakan 1,8% – 2% dari total belanja sebulan untuk membeli minuman, sehingga secara otomatis tingkat konsumsi minuman juga semakin meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan perkapita (Rosyada).












