Kepala Basarnas Al Amrad menyampaikan bahwa operasi tersebut juga mendapatkan dukungan teknologi pemantauan untuk memperluas kemungkinan ditemukannya para korban.
“Pada hari kesembilan ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan 22 alut air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut. Pencarian juga didukung oleh dua unit drone thermal Basarnas serta pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu,” ujar Kepala Basarnas Al Amrad.
Di Medan, keprihatinan terhadap proses pencarian tersebut diwujudkan melalui doa bersama yang diikuti puluhan wartawan. Kegiatan dipimpin Pembina DPW IMO Provinsi Sumatera Utara, Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde, yang juga menyampaikan tausyiah singkat mengenai kehidupan dan tanggung jawab profesi jurnalistik.
Prabu Kresna Erde, yang pernah berprofesi sebagai wartawan, menilai pekerjaan jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Profesi jurnalistik adalah profesi yang mulia di hadapan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa karena wartawan mengabarkan kehidupan. Saya yakin kelima sahabat kita ini tidak hilang tapi telah menyatu dengan Tuhan. Untuk itu hari ini kita do’akan semoga mereka tetap berada di jalan yang benar. Insya Allah mereka syahid kerena takdir Allah SWT, ” kata Prabu Kresna Erde yang juga mantan wartawan.












