Menurut dia, mahasiswa memiliki tuntutan kemandirian yang lebih besar dibanding ketika masih berada di bangku sekolah. Jika proses belajar siswa relatif lebih banyak mendapatkan pengawasan guru dan orang tua, mahasiswa dituntut mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap pendidikannya.
โJangan menjadi mahasiswa yang datang, duduk, lalu pulang. Kalian harus aktif di kampus dan harus kritis di kampus. Tidak boleh datang dari kos, masuk kampus, lalu ke kantin,โ tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa status mahasiswa semestinya tercermin dalam cara berpikir, berbicara, berpakaian, bergaul, hingga menentukan keputusan.
โKalian hari ini sudah naik derajat. Kemarin siswa, saat ini sudah menjadi mahasiswa. Status itu harus mampu memberikan perbedaan dari teman-teman kalian yang dulu sama-sama duduk di bangku SLTA, tetapi tidak memiliki kesempatan atau kemampuan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,โ ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar mahasiswa baru mulai membangun karakter sejak hari pertama berada di lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa Perantauan Diminta Selektif Bergaul
Perhatian khusus juga disampaikan kepada mahasiswa yang berasal dari luar Kota Medan. Zainuddin meminta mereka mempertimbangkan lingkungan pergaulan selama menjalani kehidupan di kota tempat mereka menempuh pendidikan.












