Sumatera Utara

Akses Warga Tiga Kecamatan Pulih, Jembatan Perintis Garuda Kini Resmi Difungsikan

6
×

Akses Warga Tiga Kecamatan Pulih, Jembatan Perintis Garuda Kini Resmi Difungsikan

Sebarkan artikel ini

Jembatan sepanjang 35 meter yang dibangun melalui kolaborasi TNI, Pemkot Medan, dan masyarakat kembali membuka jalur penghubung Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, usai penandatanganan prasasti dan pembukaan akses jembatan bagi masyarakat, Selasa (28/7/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

MEDAN, kedannews.co.id – Mobilitas masyarakat di tiga kecamatan di Kota Medan kini kembali normal setelah Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, resmi dibuka untuk umum pada Selasa (28/7/2026). Infrastruktur tersebut menjadi solusi atas terputusnya akses warga sejak jembatan lama roboh diterjang banjir.

Peresmian jembatan dilakukan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui penandatanganan prasasti sekaligus pembukaan akses bagi masyarakat. Dengan panjang sekitar 35 meter dan lebar 1,5 meter, jembatan tersebut kembali menghubungkan Kecamatan Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun.

Sebelum jembatan baru berdiri, warga harus menempuh cara yang berisiko dengan melintasi pipa air untuk menyeberangi sungai. Kondisi itu berlangsung sejak jembatan lama yang merupakan bekas jalur rel kereta api ambruk akibat banjir pada 2024.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat yang bersama-sama mempercepat penyelesaian proyek tersebut.

“Ini adalah bentuk sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat. Kami membantu masyarakat keluar dari kesulitan, terutama untuk mendapatkan akses transportasi yang layak,” ujarnya.

Menurut Hendy, pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga menjadi bagian dari program percepatan pembangunan 6.000 jembatan yang tengah dijalankan pemerintah. Hingga saat ini, Kodam I/Bukit Barisan telah membangun 323 jembatan di berbagai wilayah Sumatera Utara yang terdiri atas jembatan bailey, aramco, dan jembatan perintis.

Ia menjelaskan, keputusan membangun jembatan tersebut diambil setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai menggunakan pipa.

Kodam I/Bukit Barisan, lanjutnya, juga siap mendukung pembangunan jembatan serupa apabila terdapat akses masyarakat yang terputus akibat bencana atau kondisi darurat lainnya. Usulan pembangunan dapat diajukan melalui pemerintah daerah bersama jajaran TNI di wilayah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan keberhasilan pembangunan Jembatan Perintis Garuda menunjukkan bahwa koordinasi lintas instansi mampu menghadirkan solusi yang cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Sultan Deli Tuanku Mahmud Arya Lamanjiji, pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah anggota DPRD.

Rico menjelaskan jembatan lama yang digunakan masyarakat selama puluhan tahun sebenarnya merupakan bekas lintasan rel kereta api yang kemudian dimanfaatkan sebagai penghubung antarwilayah. Setelah rusak diterjang banjir pada 2024, aktivitas masyarakat, termasuk akses pelajar menuju sekolah, ikut terganggu.

“Kami melihat langsung kondisi masyarakat yang harus menyeberang melalui pipa. Itu sangat membahayakan, apalagi banyak anak sekolah yang melintas. Karena itu kami bergerak cepat bersama Kodim dan seluruh perangkat terkait untuk mencari solusi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan proses peninjauan lapangan telah dilakukan sejak April 2026. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi konstruksi, status lahan, hingga penentuan desain jembatan yang sesuai dengan kebutuhan lokasi.

Setelah seluruh proses koordinasi selesai, pembangunan langsung dikerjakan dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima pekan.

“Ini membuktikan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Medan dan TNI dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini memang dibangun untuk warga yang sudah lama menantikannya,” kata Rico Waas.

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat kini kembali memiliki akses yang lebih aman untuk beraktivitas. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, mendukung kegiatan ekonomi, mempermudah akses pendidikan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Medan.