Ikhyar melanjutkan alasan kenapa kegiatan tersebut mubaźir.
“Pertama alasannya 14 ormas relawan Jokowi tersebut tidàk mengakar di masyarakat, tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak di kenal oleh masyarakat luas”, jelas Ikhyar.
Menurutnya relawan selama ini ormas relawan Jokowi paskah pilres 2019 justru berjarak dengan masyarakàt.
“Jadi bagaimana mungkin mereka mampu menyerap aspirasi masyarakat jika relawan Jokowi selama ini justru berjarak dengan rakyat, khususnya umat Islam pendukung Jokowi yang tersebar dan terkonsentrasi di majlis ta’lim dan pengajian”, tegasnya.
” Dinamika dan kimiawi politik pilpres 2024 berbeda dengan pilpres sebelumnya. Rakyat saat ini lebih percaya dengan tokoh dan simpul yang intens bergerak dan berinteraksi dengan akar rumput di bawah seperti akademisi di kampus, tokoh agama di mesjid mesjid atau rùmah ibadah agama lainnya, ketua majlis ta’lim, pelaku UMKM, simpul komunitas dan lainnýa, bukan orang orang yang selama ini bergerak di awang awang dan dan memposisikan ďiri sebagai menara gading”, tuturnya.
Ikhyar menambahķan justru saat ini relawan Jokowi tidak dipercaya oleh rakyat karena tidak pernah turun ke bawah, hadir ke bawah hanya saat ada momentum politik.












