Aulia Rachman selanjutnya mengingatkan kepada para kawula muda untuk menggunakan kepintaran dengan suatu kepuasan, jangan dengan sebuah nafsu agar tidak terjadi sebuah kehancuran. Dikarenakan keimanan dan kepintaran, tegasnya, tak dapat terpisahkan.
Lanjut Aulia Rachman, sangat disayangkan jika kepintaran para kaum milenial tak dimanfaatkan pada kemaslahatan umat bahkan dilakukan untuk kepentingan pribadi. “Kenapa saya berbicara seperti ini, sebagai Pemerintah kok berbicara seperti ini, supaya kalian kedepannya memimpin Kota Medan ini dengan motivasi lebih baik. Kami akan meninggalkan kursi ini. Tapi kalian yang melanjutkan dengan sebuah perubahan,” tambahnya.
Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, kata Aulia Rachman, peduli akan perkembangan kreasi untuk memajukan kawula muda. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, jelasnya, telah dilakukan sejumlah pelatihan seperti pelatihan marketing digital, barista, barbershop, tenun dan lainnya sebagai dukungan membentuk dasar keahlian agar dapat siap berwirausaha.
“Pemerintah juga tidak akan bisa berinovasi dengan program-program apabila tidak ada masukan dan tidak ada orang yang bisa kita berikan bimbingan maupun pelatihan dengan menggunakan anggaran tersebut. Masukan dari para pemuda seperti Half Indonesia ini, maka akan ada regulasi. Sederhananya, gunakan imajinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah. Beri masukan pada Pemerintah,” ujarnya.












