Revitalisasi Lapangan Merdeka yang akan dilakukan Bobby Nasution menfaat dari janji kampanye dulu mendapatkan sambutan positif dan dukungan penuh dari Dr Shafwan Hadi Umry, budaywan sekaligus Sastrawan Kota Medan saat dihubungi kemarin. Dia menilai, pendekatan revitalisasi dengan mempertahankan pelestarian sejarah dan karakter Lapangan Merdeka sebagai ruang publik terbuka sangatlah tepat.
“Langkah ini sudah tepat, sebab saat ini banyak manusia modern yang kian terisolasi di rumahnya sendiri. Tidak ada lagi pertemuan kultur. Dengan dilakukannya revitalisasi Lapangan Merdeka ini , tentunya dapat menjadi salah satu tempat berkumpulnya semua orang dari berbagai etnis sehingga bisa terwujud wahana pertemuan kultur dan keluarga,” ungkap Shafwan.
Apalagi, jelas Shafwan, revitalisasi Lapangan Merdeka dilakukan untuk menjawab aspirasi sehingga nantinya dapat menjadi pemersatu masyarakat, misalnya melalui pergelaran seni berbagai etnis yang digelar di Lapangan Merdeka.
Dengan revitalisasi yang dilakukan, Shafwan berharap Lapangan Merdeka akan menjadi ruang pertemuan. Apalagi lapangan yang pada masa penjajahan Jepang sempat berganti nama menjadi Fukuraido ini merupakan salah satu kultur budaya yang dimiliki Kota Medan saat ini. Selain menjadikannya sebagai RTH, kata Shafwan, Lapangan Merdeka juga dapat dijadikan tempat pesta budaya. Artinya, seluruh etnis yang ada berkumpul di Lapangan Merdeka menggelar pesta budaya.






