“Saya minta ini diselesaikan. Beberapa kali saya melakukan peninjauan, warga minta agar persoalan banjir di kawasan ini segera diselesaikan. Setelah dilakukan identifikasi, kita telah mendapatkan akar masalah penyebab terjadinya banjir. Hal ini harus secepatnya diselesaikan, kasihan masyarakat,” kata Bobby Nasution.
Sementara itu menurut Kadis PU Kota Medan Topan OP Ginting, pembersihan parit MUDP yang dilakukan ini sebagai tindak lanjut menyikapi terjadinya banjir yang terjadi di kawasan Medan Denai beberapa hari lalu, terutama di Kelurahan Binjai di antaranya di kawasan Asrama Polisi (Aspol), Gg Mestika, Gg Nangka serta beberapa wilayah lainnya.
Setelah dilakukan identifikasi, termasuk yang dilakukan bersama Wali Kota terhadap saluran drainase yang membentang di Jalan Menteng Raya, terutama parit MUDP yang muaranya ke Sungai Denai (Sungai Percut) ditemukan sedimen yang cukup banyak di saluran nomor satu dan tiga. “Sedimen yang kita temukan tanah bercampur sampah telah mencapai 80 persen,” ungkap Topan.
Adapun upaya yang dilakukan, jelas Topan, memperbanyak pintu dan melebarkan pintu dimensi pintu outlet dengan menggunakan breaker dan jack hammer. Kemudian menyemprot sedimentasi dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Sebab, mobilisasi material dengan menurunkan petugas sangat sulit karena oksigen terbatas dalam parit MUDP.












