Selanjutnya, Bobby Nasution mengungkapkan, Kota Medan memiliki banyak etnis, salah satunya etnis Tionghoa. Dikatakannya, masyarakat Tiongkok yang ada ikut serta membangun Kota Medan, salah satunya Tjong A Fie. Selain itu, imbuhnya, Kota Medan juga memiliki Museum Situs Kota China yang berada di Kecamatan Medan Marelan. “Saya berharap dapat menjalin kerjasama dengan Republik Rakyat Tiongkok untuk mengembangkan situs sejarah tersebut,” ungkapnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut, Bobby Nasution selanjutnya memaparkan lima program prioritas Pemko Medan yakni penanganan kesehatan, infrastruktur, banjir, kebersihan dan pembenahan heritage dengan pemberdayaan UMKM. Di bidang kesehatan, jelasnya, Pemko Medan tengan mengembangkan Medan Medical Tourism guna memajukan sektor wisata medis di Kota Medan.
“Dengan Medan Medical Tourism, kita ingin menjadikan Medan sebagai daerah tujuan wisata medis di Indonesia. Sebab, selama ini potensi ekonomi di bidang kesehatan hilang setiap tahunnya mencapai Rp.6 triliun sampai Rp.8 triliun,” jelasnya.
Di luar pengobatan medis dari rumah sakit, kata Bobby Nasution, Medan juga memiliki pengobatan akupuntur dan lainnya. Untuk itu, imbuhnya, perlu dikemas lebih baik lagi sehingga menjadi potensi yang lebih besar lagi. “Tentunya kami sangat membutuhkan tenaga profesional akupuntur, sebab ilmu dalam bidang itu dimiliki Tiongkok,” ujarnya.






