Bobby Nasution melanjutkan, implementasi lain adalah smart branding sicantik cloud e-report (layanan pelaporan camat,lurah,dan kepala lingkungan), layanan pengaduan perizinan online, dan ppdb online (pendaftaran penerimaan siswa tingkat SMP secara online). Selain itu ada juga smart economy mencakup simp4d (layanan pembayaran pajak dan retribusi online), dan bphtb (layanan pM (pemasaran produk-produk unggulan umkm). Juga smart environment meliputi webgis (layanan pemetaan geografis berbasis komputer), geoportal (layanan informasi geografis secara online), medan clean track, patrol taru ( layanan rencana detail tata ruang kota).
Bobby Nasution juga menerangkan implementasi smart living yang meliputi layanan sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi, sistem informasi ketahanan pangan, sistem informasi pendidikan, sistem informasi gender dan anak, sistem pembelajaran online, dan web Covid-19 Medan. Di samping itu juga ada pula smart society yang memberikan layanan informasi lowongan pekerjaan kota medan dan pembuatan kartu pekerja secara online.
Pada pertemuan ini, Plt Kadis Kominfo Medan, Mansursyah juga memaparkan tentang aplikasi pendukung yang dibangun Pemko Medan pada masa pandemi Covid-19. “Menindaklanjuti arahan dari Wali Kota, kami membangun aplikasi yang cukup efektif digunakan pada kondisi pandemi,” ucap Mansursyah.






