“Saya percaya bahwa refleksi tentang masalah ini oleh kita semua tidak dapat lagi ditunda, terlebih lagi pada saat pandemi semakin mendorong kita menuju komunikasi digital, membuat kita menghargai potensi dan kepositifannya yang tidak perlu dipersoalkan,” katanya seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (23/1/2021).
Walikota Palermo juga mengatakan bahwa bendera setengah tiang akan dikibarkan di gedung-gedung kota dan bahwa sekolah akan berpartisipasi dalam hening cipta selama satu menit.
Sementara itu pihak TikTok juga turut menyampaikan ucapan belasungkawa. Aplikasi yang berasal dari China itu menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir keberadaan konten-konten yang membahayakan nyawa penggunanya.
“Simpati kami yang paling dalam adalah kepada keluarga dan teman gadis itu. Kami tidak mengizinkan konten yang mendorong, mempromosikan, atau mengagungkan perilaku berbahaya yang dapat menyebabkan cedera, dan tim kami bekerja dengan rajin untuk mengidentifikasi dan menghapus konten yang melanggar kebijakan kami,” kata pihak TikTok.
“Meskipun saat ini kami belum menemukan bukti konten di platform kami yang mungkin mendorong insiden tersebut di luar platform, kami akan terus memantau dengan cermat sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk menjaga keamanan komunitas kita. Kami juga akan membantu otoritas terkait dengan penyelidikan mereka sebagaimana mestinya,” tegas TikTok






